Minggu, 10 Februari 2008

Semuanya...Semaunya..

Singkat saja, judul tersebut merupakan cerminan yang saya dapat dengan melihat kondisi berbagai hal yang kemudian berujung dengan pernyataan tersebut.

Saya terinsprisasi tulisan Suka Harjana di harian Kompas hari ini, dia membeberkan sebuah fragmen keadaan di bandara Soekarno Hatta yang begitu ”tidak layak” untuk jadi bandara Internasional yang menjadi pintu gerbang utama indonesia, jauh dari kesan apik, modern, manusiawi dan ’reliable’.

Sementara itu saya juga membaca berita sepakbola Nasional yang hari sebelumnya memakan korban nyawa manusia secara konyol. Partai final dipindahkan ke tempat lain (tanpa penonton ?), lho terus kemana sih nilai nilai sportifitas kita, dan lebih jauh lagi dimana nilai nilai humanisme bangsa ini?.

Saya melihat bahwa ; semuanya., bisa (dan sangat mampu untuk) semaunya sendiri ..Dilain sisi saya juga sempat mendengar anjuran dari pemimpin bangsa ini untuk lebih percaya diri karena kita bisa membuat kehidupan bangsa ini lebih baik lagi.Bisa nggak sih kita jadi bangsa yang besar dan dihormati.?

Lantas akar masalahnya di mana ?.. wah yaaa ada banyak banget teori dan wacana.

And then, kemudian saya jadi teringat bait dari lagunya Supergroup Genesis yang berjudul Land of Confusion ;

There’s Too many men ,..
Too many people ..
Making too many problems.
And not much love to go around.

Can’t you see this is the land of confusion.

Apa ini akar masalahnya yaa...



3 komentar:

COMFORT AREA 01 mengatakan...

Pak Dion artikelnya dalam banget artinya,

Pendapat saya, Akar masalahnya adalah :

1 Masih sedikit Tokoh Panutan

2. Kurangnya konsistensi penegakan
hukum

3. Minimnya kecerdasan ESQ

Jasmapala mengatakan...

Bandara bisa dipindah ke subang atau banten yg bebas banjir, sebagai mantan atlit turut berduka cita atas matinya sportifitas olahraga INA

Mind Transportation mengatakan...

Comfort area01 & jasmapala;
tks komentarnya. Kita masih bisa benahi, dari yang kecil, dari yang mudah,dan dari yang kita mampu lakukan.