Minggu, 13 Januari 2008

Kalau saya jadi PENGUASAHA (1)

Lebih spesifik lagi adalah ; Kalau saya jadi PENGUASA wilayah Jabodetabek sekaligus saya jadi PENGUSAHA yang bermodal besar (disini maksudnya punya modal dasar yang penting yaitu Uang dan Moral )
Nah apa yang yang akan saya tuntaskan, prioritaskan, bisniskan ?
Jawabannya adalah masalah Transportasi. Ya betul, ada dua macam ”Transortasi” yang saya maksud ; pertama Transportasi sebagai sistem perpindahan manusia dan barang (seperti definisi umum), dan kedua Transportasi air permukaan yang berlebih (Banjir).
Karena kedua hal yang saya sebutkan tadi merupakan dambaan masyarakat Jakarta.

Untuk yang pertama tentu saja ada beberapa macam cara, untuk referensi ada beberapa belas hasil kajian konsultan mengenai masalah transportasi di Jakarta tinggal pilih yang paling akhir dan ter’integrated’ (tanya deh sama Bappenas). Pilihannya antara lain adalah “highway development oriented”, atau “railway development oriented”.

Apapun dari keduanya, yang recommended adalah dilakukannya Traffic Demand Management yang baik dan membangun sistem angkutan umum massal yang handal.
Sebetulnya Jakarta adalah kota yang menyediakan trnsportasi umum 24 jam sehari. Bis umum, metromini, taxi, mikrolet, angkutan umum kecil, bajaj, ojek sampai omprengan ada, bahkan diantaranya ada yang service nya 24 jam (di kota lain di dunia mana ada yang seperti ini), dan kalau dilihat sepintas barangkali malah ’to some extent’ oversupplied .Yang belum baik mungkin manajemennya ; manajemen armadanya, trayeknya, fare collectingnya, headwaynya, dsb. yang memerlukan deregulasi, konsistensi dan enforcement yang kuat.
Dibawah ini saya tampilkan jaringan jalan tol dan jaringan rel kereta api yang ada di Jabotabek. Sepintas memang polanya agak sama dan saya menambahkan beberapa rencana jaringan (yang saya tahu) dan beberapa important poin yang menurut saya sangat strategis dan signifikan untuk dikembangkan di dalamnya. Hal tersebut adalah adanya Stasiun Intermoda sekaligus fasilitas Park and Ride.


Kalau untuk Jalur Kereta

Lantas ide barunya apa ?
OK, sebagai PENGUASA saya akan memastikan bahwa rencana yang dipilih akan secara konsisten dilakukan sesuai hasil analisis yang direkomendasikan.Kemudian saya juga akan membenahi manajemen fasilitas publik transport.

Sebagai PENGUSAHA (yang punya modal dan moral) saya akan mengajak pengembang infrastruktur dan properti untuk ”gabung” dengan saya membangun Sistem Intermoda yang terintegrasi dengan kebutuhan dan mengubah ”life style” masyarakat menjadi lebih disiplin dan..(ah ..lagi-lagi) ..modern. Stasiun Intermoda dan fasilitas pendukungnya cukup bagus untuk dibisniskan (tentu dalam frame konsistensi perencanaan dan pelaksanaan).

Kata sebuah iklan ” ..Starting is Everything”...yuuuuk mulai.. (bersambung lho..)


2 komentar:

hsn-pml mengatakan...

kesenjangan Transportasi merupakan masalah klasik, yang dari dulu tidak pernah bisa diselesaikan! ide om dion sangat bagus. untuk bisa melaksanakannya diperlukan penguasa seperti pak Harto dan pengusaha seperti putera-puterinya. ditunggu lanjutannya!

Djoko mengatakan...

Kalau saja milyaran rupiah yang dikeluarkan untuk Studi Transportasi di Jakarta tidak tersia siakan (karena gak pernah implementasi)..ya..kalau saja orang-orang model pak hsn-pml jadi penguasahanya..