Rabu, 27 Januari 2010

Sabda Pandita Ratu

Waktu saya masih kecil ketika sedang liburan kesuatu daerah (kota) yang kebetulan mempunyai alun alun, oleh orang tua saya diceritakan bahwa konon pada jaman dahulu apabila ada masyarakat jelata atau seseorang yang merasa tertindas, atau merasa diperlakukan tidak adil, atau punya uneg uneg yang ingin disampaikan ke penguasa tertinggi (Raja, Bupati, Residen), maka rakyat jelata tersebut bisa melakukan tapa Pepe , yang arti harfiahnya menjemurkan diri dipanasnya matahari alun alun.Biasanya kemudian sang Pimpinan kekuasaan akan memanggil yang bersangkutan untuk ditanya apa yang jadi sebab tapa Pepe tersebut dilakukan, setelah itu kemudian masalah atau persoalan akan diputuskan oleh sang bijak untuk diimplementasikan.
Tidak perlu ratusan atau ribuan orang yang melakukan Pepe, hanya satu orang saja sudah cukup untuk mendapat respon dari sang Pemimpin kekuasaan.Dan konon kata cerita, bahwa tindak lanjut implementasinya betul betul dilakukan dan dilakukan dengan betul, sang Pemimpin pegang janji (Sabda Pandita Ratu), satu masalah pun menjadi ‘solved’. Tidak ada jawaban yang ‘ulas-ulas’ saja (hanya dibibir saja) dari Sang Pemimpin.

Konon ber abad kemudian, ditanah yang sama di negeri ini, hal seperti ini juga terjadi, meskipun tidak dengan cara Pepe.Hanya kalau dulu implementasi pemecahan masalahnya pada umumnya workable dan dilakukan dengan baik. Sehingga tingkat kepercayaan bahwa masalah dapat diselesaikan adalah sangat tinggi.
Nah kalau saat ini; apabila kata sudah dititahkan, kemudian pembahasan sudah di’rembug’kan maka seolah olah masalahnya sudah ‘solved’.
Hal semacam ini (maksud saya kalau sudah dirembug secara luas dan melibatkan semua unsur terkait maka dianggap masalah sudah ‘solved’) ; ini terjadi diorganisasi manapun dalam tingkat apapun.
Kalau ada masalah atau risiko asal sudah pernah dirembug, bikin Tim ini bikin Tim itu, rapat koordinasi ini dan itu, nah masalah atau risiko sudah tertangani dan pasti sudah cukup penanganannya, tapi ternyata semua nggak menjawab permasalahan. Dan ini dimuka masyarakat (atau anggota organisasi) sepertinya “sudah dilakukan sesuatu” , everything is under controled, ini yang saya sebut ‘ulas-ulas’ saja (pokoknya sudah dibahas gitu looh..), inipun dilakukan ditengah ‘kepercayaan’ telah menjadi barang yang langka dalam kehidupan bermasyarakat. Jawabannya secara akuntabilitas sangat mudah;” Lho kan sudah dirembug.. kan sudah dibentuk Tim ini dan itu..” just as simple as that.
Ini bukan hanya ada di tataran Pemerintahan atau Organisasi Negara, coba tengok kiri dan kanan anda, di organisasi dimana anda berada misalnya...
Well what do you think about this folks..

1 komentar:

AMISHA mengatakan...

BERITA BAIK UNTUK SEMUA ORANG

Nama saya Amisha dari bogor di Indonesia, saya adalah perancang busana dan saya ingin menggunakan media ini untuk memberi tahu setiap orang untuk berhati-hati dalam mendapatkan pinjaman di internet, begitu banyak kreditur pinjaman di sini adalah penipu dan mereka ada di sini. curang Anda dengan susah payah uang Anda, saya mengajukan pinjaman sekitar Rp500,000,000 wanita di Malaysia dan saya kehilangan sekitar 24 juta tanpa mengambil pinjaman, saya membayar hampir 24 juta masih saya tidak mendapatkan pinjaman dan bisnis saya adalah Tentang menabrak karena hutang.

Sebagai pencarian saya untuk perusahaan pinjaman pribadi yang andal, saya melihat iklan online lainnya dan nama perusahaannya adalah FANCY LOAN COMPANY. Saya kehilangan jumlah 15 juta dengan mereka dan sampai hari ini, saya tidak pernah menerima pinjaman yang saya usulkan.

Tuhan jadilah kemuliaan, teman-teman saya yang mengajukan pinjaman juga menerima pinjaman semacam itu, mengenalkan saya kepada perusahaan yang dapat dipercaya dimana Ibu Suzan bekerja sebagai manajer cabang, dan saya mengajukan pinjaman sebesar Rp700.000.000 dan mereka meminta surat kepercayaan saya, Dan setelah mereka selesai memverifikasi detail saya, pinjaman tersebut disetujui untuk saya dan saya pikir itu adalah sebuah lelucon, dan mungkin inilah salah satu tindakan curang yang membuat saya kehilangan uang, tapi saya tercengang. Ketika saya mendapat pinjaman saya dalam waktu kurang dari 6 jam dengan suku bunga rendah tanpa agunan.

Saya sangat senang karena ALLAH menggunakan teman saya yang menghubungi mereka dan mengenalkan saya kepada mereka dan karena saya diselamatkan dari membuat bisnis saya melonjak ke udara dan dilikuidasi dan sekarang bisnis saya terbang tinggi dalam bahasa Indonesia dan tidak ada yang akan mengatakannya Dia tidak tahu tentang Anniesa Hasibuan perusahaan mode saya

Jadi saya saran setiap orang yang tinggal di Indonesia dan negara lain yang membutuhkan pinjaman untuk satu tujuan atau yang lain untuk silahkan kontak
Ibu Suzan email: (Suzaninvestment@gmail.com)

Anda juga dapat menghubungi saya di email saya: (Amisha1213@gmail.com), dan maria yang baru saja mendapat pinjaman dari suzan di: (maaria9925@gmail.com) dan Karina yang memperkenalkan dan bercerita tentang Ibu Suzan, dia juga mendapat pinjaman baru dari Ibu Suzan, Anda juga dapat menghubungi dia melalui email-nya:( Lukman.karina@yahoo.com).