Awal Juli ini kebetulan kami mendapat kesempatan menyaksikan pertunjukan musikal yang (menurut pendapat saya), beyond my expectation. Musikal Laskar Pelangi, pertunjukan musikal ini memang disadur dari novel best seller karya Andrea Hirata sebuah novel yang sangat inspiratif bagi bangsa yang haus akan tokoh panutan, akan tetapi tanpa suatu proses penciptaan yang sempurna, mustahil drama musikal ini bisa mendapat sambutan yang sehebat itu. Saya merasakan bahwa chemistry yang terjadi antara sutradara, komposer, koreografer, produser, desainer, serta para pemain pendukungnya sangat pas, ‘just right’.
Inti cerita dari novel “Laskar Pelangi” (menurut pengarangnya) adalah suatu cerita mengenai perjalanan balas dendam sang penulis atas kondisi (nasib) yang dialami sahabat yang sangat dikaguminya yang harus pada akhirnya menyerah menjadi korban, tidak dapat meneruskan sekolahnya karena himpitan ekonomi. Sang penulis tidak ingin menjadi korban kedua, Andrea ingin meneruskan cita cita sang sahabat untuk dapat bersekolah tinggi di luar negeri, and he did it. Dan tentu saja novel ini juga ditulis dengan cinta seorang murid terhadap konsistensi dan dedikasi sang Ibu Guru Muslimah.
Kejadian dalam cerita itu terjadi disekitar penghujung tahun 70 an, dan novelnya diangkat tahun 2004 atau 2005.
Surprisingly, 30 – 40 tahun kemudian setelah kejadian dalam cerita itu, saya masih membaca cerita yang menyedihkan tentang pendidikan di negeri ini, bahkan beberapa hari yang lalu saya membaca artikel di head line surat kabar mengenai bagaimana sulitnya mendapatkan sekolah dari semua tingkatan, tinggi, menengah maupun dasar. Hal ini yang kemudian juga ikut berperan dalam melunturkan rasa kejujuran kita (kasus Ibu Siami dan keluarganya dari Surabaya), padahal kita tahu bahwa di Sekolah Dasar lah seorang anak mendapatkan pendidikan pertama mengenai pondasi norma kejujuran.
Saya jadi khawatir dan membayangkan, kalau disaat itu saja ada Laskar Pelangi (dalam pengertian anak anak yang minim sekali mendapat kesempatan berpendidikan), lha bagaimana sekarang setelah beberapa decade kemudian ?, mungkin tidak sekedar hanya Laskar Laskar Pelangi tapi sudah ada berapa Batalion Batalion Pelangi di negeri ini…
Rabu, 06 Juli 2011
Batalion Pelangi
posted by
Mind Transportation
at
Rabu, Juli 06, 2011
Label: Celoteh, documentation, news
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
14 komentar:
salam kenal mas
Acungkan jempol buat andrea hirata
keren pokoknya
sekarang ini memang sulit menemukan anak yang mempunyai semangat seperti Laskar Pelangi. Sekolah kian mahal, namun sayang juga disana tidak ada semangat dari anak-anaknya.
Laskar Pelangi memang menjadi sebuah kisah yang bernilai dan mengandung banyak makna kehidupan.
laskar pelangi merupakan film yang banyak menginspirasi orang tentang betapa pentingnya pendidikan
Laskar pelangi layak menjadi inspirasi dan cerminan !
gejala tumor lambung
sangat menarik sekali :)
terimakasih untuk informasi yang telah anda sampaikan di web ini.
obat herbal darah manis
obat infeksi rahim yang alami
Katakan dalam diri kita, hari ini saya akan berhasil, dan besok saya akan sukses!
obat luka mulut rahim
obat herbal liver akut
Jika engkau gagal pada hari ini, janganlah engkau berputus asa, karena masih ada hari besok dan seterusnya yang akan mengajakmu menjadi lebih sukses.
harga produk herbal alami
Jangan menyerah atas impianmu. Impian memberimu tujuan hidup. Ingatlah, bahwa sukses bukan kunci utama kebahagiaan, Semangat!
obat kista ovarium tanpa operasi
Jika anda ingin meraih sukses, hindarilah untuk berfikir tentang kegagalan, namun berfikir dan berusahalah untuk berhasil.
sukses selalu salam kenal bagus artickelnya berfikir cerdas dan beriman
Posting Komentar